Perbedaan struktur dan ukuran otak
Beberapa orang punya dua atau 3 kali banyak akson dari mata ke otak seperti yang lainnya. Mereka juga punya lebih banyak sel dalam visual korteks mereka(Andrews, Halpern, & Purves, 1997;Stevens, 2001;Sur & Leamey, 2001 dalam Kalat, 2009) dan kemampuan terbesar untuk memprediksi secara singkat, sedikit, atau dengan cepat(Halpern, Andrews, & Purves, 1999 dalam kalat, 2009).
Banyak peneliti membandingkan otak dari orang-orang yang unggul(jenius) dengan orang yang kurang dalam meraih kesuksesan, tetapi mereka gagal menemukan perbedaan yang jelas lainnya. Ahli bidang neurosains di masa sekarang menguji otak dari ahli sains terkenal Albert Einstein, berharap kembali menemukan sesuatu yang luar biasa. Ukuran otak Einstein hanya rata-rata, perbandingan rata-rata jumlah glia yang lebih besar daripada neuron dalam satu area otak(M.C. Diamon, Scheibel, Murphy, & Harvey 1985 dalam Kalat, 2009). Otaknya juga punya fitur-fitur yang berbeda dalam otaknya.
A. Perbandingan antar spesies
Ukuran di tempat berbeda dalam otak hampir sebanding satu dengan lainnya, dengan pengecualian pada olfactory bulb, contohnya, luas untuk anjing, kecil untuk manusia(Finlay & Darlington, 1995 dalam Kalat, 2009). Otak mamalia punya perbedaan sangat besar dalam ukuran. Otak mamalia terbesar 100.000 kali otak mamalia terkecil. Bagaimanapun juga diantara para primata, otak menjadi lebih besar dengan bertambahnya banyak neuron berukuran sama( Herculano-Houzel, Collins, Wong, & Kaas, 2007 dalam Kalat, 2009).
Apakah variasi ukuran otak pada hewan memengaruhi kecerdasan mereka?
Penelitian yang dilakukan oleh Jerison tahun 1985(dalam Kalat, 2009) mengenai hubungan antara logaritma massa tubuh dan logaritma massa otak pada bebagai macam spesies vertebrata. Catatan bahwa ternyata manusia, pada khususnya dan primata lain pada umumnya memiliki otak terbesar dalam perbandingan dengan ukuran tubuh daripada spesies yang kita pikir kurang mengesankan, seperti katak.
Chihuahua memiliki perbandingan otak dengan tubuh paling besar dari semua jenis keturunan anjing asli, bukan karena mereka diwarisi kecerdasan tetapi karena diwarisi tubuh yang kecil(Deacon, 1997 dalam Kalat, 2009). Monyet squirrel, yang juga bertubuh langsing, memiliki perbandingan otak dengan tubuh lebih besar daripada manusia.
Catatan bahwa manusia berkonfrontasi dengan fakta jika kita tidak memiliki otak lebih besar dan perbandingan otak dengan tubuh lebih tinggi. Perbandingan otak dengan tubuh tergantung pada seleksi kerampingan sebaik seleksi untuk ukuran otak.
B. Perbandingan diantara manusia
Selain menggunakan MRI scan untuk mengetahui korelasi antara ukuran otak dengan IQ, pendekatan lain adalah dengan menguji korelasi antara skor IQ dan area otak tertentu. Di sebuah penelitian, investigator menggunakan MRI untuk mengukur ukuran pada area ‘gray matter’ dan ‘white matter’ melalui otak orang dewasa berumur 23 tahun dari suatu universitas dan 24 tahun keatas dari universitas lain.
Catatan : pertama, IQ berkorelasi dengan banyak area di otak. Kedua, hasilnya berbeda antara dua sampel tadi(Haier, Jung, Yeo, Head, & Alkire, 2004 dalam Kalat, 2009).
Ukuran satu area di otak berkorelasi dengan ukuran area yang lainnya, jadi meskipun inteligensi tergantung pada satu area otak tertentu, mungkin saja masih berhubungan dengan ukuran di area lainnya.
Kemudian dua penelitian menemukan hubungan yang kuat antara volume otak dari satu orang kembar monozygotic dan skor IQ dari kembar lainnya. Hasil ini menunjukkan bahwa gen yang mengontrol ukuran otak juga berkaitan dengan IQ. Beberapa gen telah teridentifikasi yang rupanya juga memengaruhi performa intelektual dan ukuran satu atau lebih area otak(Peper, Brouwer, Boomsma, Kahn, & Hulshoff, 2007 dalam Kalat, 2009).
C. Perbandingan Laki-laki dan wanita
Fakta bahwa otak laki-laki dan wanita berbeda, rata-rata, dalam banyak cara daripada yang kita mungkin harapkan, sebaliknya perbedaan tingkah laku, ketika mengukur dengan hati-hati, seringkali lebih kecil daripada yang diharapkan banyak orang. Area otak tertentu—amygdala yang berfungsi sebagai pengatur emosi—relatif lebih besar pada laki-laki dan area otak lain—hipokampus sebagai tempat memori—relatif lebih besar pada wanita(Cahill, 2006;J.M. Goldstein et al., 2001 dalam Kalat, 2009). Bentuk dari visual korteks ber beda-beda dalam beberapa hal antara laki-laki dan wanita(Amunts et al., 2007 dalam Kalat, 2009). Karena perbedaan kematangan area-area otak di waktu dan tahap berbeda, kemungkinan untuk memiliki otak ‘male-typical’ di beberapa hal dan otak ‘female-typical’ di hal lainnya(Woodson & Gorski, 2000 dalam Kalat, 2009).
Dalam sebuah penelitian, para laki-laki dan wanita yang berstatus mahasiswa sebuah universitas dipasangkan sebuah alat yang akan merekam pembicaraan mereka selama satu hari penuh, tanpa diketahui oleh mereka ketika alat sedang beroperasi. Meramalkan kemungkinan dari sampel-sampel tadi, investigator berestimasi bahwa rata-rata wanita berbicara sebanyak 16.215 kata/hari dibandingkan laki-laki yang hanya berbicara 15.669 kata/hari, perbedaan jumlah yang tidak terlalu berarti secara statistik(Mehl, Vazire, Ramirez-Esparza, Slatcher, & Pennebaker, 2007 dalam Kalat, 2009).
Ketika orang-orang diberikan arah/petunjuk, kebanyakan laki-laki menjawabnya dalam istilah utara, selatan, timur, dan barat, sebaliknya para wanita menggambarkannya dalam sesuatu yang mudah dikenali(Rahman, Andersson, & Govier, 2005 dalam Kalat, 2009).
Rata-rata anak perempuan mendapat nilai lebih baik daripada anak laki-laki dalam banyak pelajaran, khususnya membaca(Halpern, 2004 dalam Kalat, 2009). Anak laki-laki cenderung lebih baik pada tugas-tugas ‘mental rotation’. Bagaimanapun juga, bermain video game selama 10 jam memungkinkan anak perempuan memperkecil celah tersebut. Ini menunjukkan bahwa laki-laki dan wanita berbeda lebih banyak dalam kesenangan daripada kemampuan.
Rata-rata wanita memiliki sulci yang lebih dalam pada permukaan korteks, khususnya di area frontal dan parential(Luders et al, 2004 dalam Kalat, 2009). Akibatnya area permukaan korteks hampir sama antara laki-laki dan wanita karena permukaan dibatasi dengan neuron(gray matter), jenis kelamin hampir sama dalam jumlah neuron walaupun berbeda dalam volume otak(Allen, Damasio, Grabowski, Bruss, & Zhang, 2003 dalam Kalat, 2009). Karena IQ terlihat berkorelasi lebih kuat dengan ‘gray matter’ daripada ‘white matter’ (Narr et al., 2007 dalam Kalat, 2009), mungkin kita dapat menjelaskan kesamaan IQ laki-laki dan wanita.
Dirangkum dari :
Kalat J.W. 2009. Biological Psychology, 10th ed. Belmont, USA:Wadsworth Press.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar